Saturday, May 19, 2007

CARA MENANAM ANTHURIUM

Media tanam
Anthurium bisa tumbuh di media tanah merah sekalipun. Tapi akan lebih baik bila media tanamnya porus, berupa campuran pakis, sekam bakar, sekam biasa, dan bisa ditambah pasir malang.
Kalau akarnya bisa tumbuh bag us, tan aman juga akan baik. Media tanam dan wadah (pot) wajib bersirkulasi udara baik. Untuk menghindari jamur yang sering menyerang anthurium, media tanam direndam dalam larutan antijamur (!ungisida), sebelum dipakai.
Penggantian media dilakukan kalau pot sudah tak mampu menampung pertumbuhan akar. Caranya, tanaman dipindahkan ke pot lebih besar berikut medianya, kemudian tambahkan media sampai penuh.

Lokasi penempatan
Flora berdaun indah ini tidak menyukai sinar matahari penuh. Pertumbuhan optimal akan berlangsung di tempat yang relati! teduh. Untuk mengatur intensitas cahaya bisa menggunakan paranet 65% rangkap dua. Piranti itu ber!ungsi untuk melindungi tanaman dari sengatan sinar matahari langsung.
Anthurium bisa juga ditempatkan di teras rumah yang tidak terkena sinar matahari langsung. Oisarankan rutin memutar tanaman supaya pertumbuhan seimbang di setiap sisi.

Pemupukan dan penyiraman
pengaruh pemupukan tidak terlalu dahsyat. Namun pemupukan tetap harus dilakukan agar anthurium cukup mendapatkan suplai hara. Jatah pupuk Oecastar diberikannya setiap 3 bulan sekali. Setelah itu bisa diberikan pupuk berbarengan saat penyiraman, semisal Growmore. Frekuensinya bisa setiap minggu atau setiap bulan dengan dosis rendah. Setiap minggu diberikan B1 yang disemprotkan ke daun supaya tetap sehat. Penyiraman tergantung musim. Saat musim kemarau disiram setiap hari sekali. Sementara pada musim hujan, tak perlu disiram kalau anthurium sudah terkena air hujan.

Menyilangkan Anthurium
Anthurium juga bisa dikawinsilangkan, untuk mendapatkan sosok tanaman berpenampl an cantik. Cobra salah satu jenis anthurium hasil silangan yang beken saat ini.
Menurut Ansari, grower anthurium di Jakarta Selatan, cobra merupakan hasil silangan antara Anthurium jermanii varietas sawi gelombang dengan jermanii varietas kol. Berbagai jenis anthurium bisa disilangkan, antara lain Anthurium andreanum x Anthurium jenmanii, Anthurium faustino-mirandae x Anthurium jenmanii, Anthurium sp. 'jamaican'' - Anthurium austino-mirandae.
Anthurium termasuk jenis tanaman be. rumah satu. Artinya, dalam satu bunga an. thurium terdapat 2 jenis kelamin (bunga jantar dan betina). Meskipun demikian, penyerbukar sendiri sangat jarang terjadi. Sebab, bunga betina dan bunga jantan masak pada waktu tidak bersamaan. Kondisi seperti ini justru mempermudah langkah penyilangan.

Serbuk sari sudah masak biasanya berwarna kuning dan mudah rontok Sedangkan bunga betina sudah masak ditandai adanya lapisan lendir di bagian putik. Cairan kental itu adalah nektar alias madu. Bila dipegang terasa licin dan lengket. Kehadiran serangga bisa digunakan sebagai penanda bahwa bunga betina sudah masak. Bunga betina siap diserbuki 2-3 minggu setelah mekar.

Jika sudah mendapatkan bunga jantan, dan betina siap kawin, selanjutnya Anc bisa menyilangkan. Penyilangan sebaiknya dilakukan pada pagi hari, sekitar pukul 07.00 - 10.00. Keberhasilan penyerbukan sang dipengaruhi suhu yang tidak terlalu panas Serbuk sari bunga jantan dikumpulkan menggunakan kuas bersih (steril). Serbuk sari itu dikumpulkan dalam cawan bebas kuman. Setelah terkumpul, serbuk sari langsung dioleskan ke putik bunga betina yang lengket.

Sekitar 2 bulan setelah penyerbukan buah siap dipanen. Jika buah masak tidak serempak, pemanenan harus dilakukan secara bertahap. Di panen dulu buah yang sudah masak. Buah lalu dilepaskan dari tongkol. Dikupas untuk diambil bijinya, dengan cara dipijit. Untuk menghilangkan daging buahnya, buah harus direndam air selama 1 hari. Juga bisa direndam aquades selama 10 menit. Seusai direndam, buah dicuci dengan air bersih sambil diremas-remas sampai lendir yang nempel di biji bersih. Ditandai biji jadi kesat. Dicuci hingga bersih dan dikeringanginkan. Nah, biji-biji itu siap disemai.

Flona Edisi 44/Oktober 2006

No comments: